Logo Genta
GENTA Petra Logo

Wakil Rektor Universitas Kristen Petra periode 2013-2017

Diterbitkan pada: 20 October 2013 Reporter: Yen Fotografer: Thomas

 

Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., Ph.D.

          Ir. Djwantoro Hardjito, M.Eng., Ph.D. resmi menduduki jabatan sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UK Petra periode 2013-2017. Beliau memperoleh gelar Sarjana Teknik Sipil di UK Petra, gelar Master of Engineering di Asian Institute of Technology (AIT) Bangkok, serta gelar Doctor of Philosophy di Curtin University Perth. Sebagai acuan pada Tridharma Perguruan Tinggi, beliau menaungi Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian (3P).

             Dalam wawancaranya bersama Tim Genta, beliau mengakui bahwa potensi dosen UK Petra cukup besar. Terkhusus dalam bidang akademik pun demikian. “Saya melihat potensi dosen-dosen di UK Petra sangatlah besar, tetapi belum optimal. Dalam bidang akademik sendiri sudah berkualitas baik.” tutur pria kelahiran Blora ini. Seperti yang dilansir pada Majalah Genta edisi 144 “Aku Cinta Indonesia” UK Petra terbukti memiliki kualitas akademik yang cukup baik. “Ruang atau celah kosong perlu diperbaiki agar terjadi peningkatan. Salah satu cara ialah melalui pemanfaatan teknologi yang telah disediakan untuk dimanfaatkan secara optimal.” tambah beliau.

          Rencana Strategi (RENSTRA) periode 2013-2017 merupakan landasan kinerja pihak kampus untuk kedepannya. Apa saja yang perlu dan harus dibuat selama empat tahun kedepan tersusun dalam RENSTRA. “Universitas memiliki rencana strategi yang telah disusun untuk periode 2013-2017 nanti. Sehingga kami selaku wakil rektor saling bekerjasama dan mensupport kinerja rektor.” tutup beliau. Kinerja masing-masing wakil rektor tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dan mensupport satu dengan yang lain agar RENSTRA yang telah disusun dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Agus Arianto Toly, S.E., Ak., M.S.A.

          “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” Bait pada 1Timotius 4:12 tersebut mengajarkan kita bahwa tidak semua orang muda ialah tidak berpengalaman, tidak teladan, tidak mampu. Berusaha untuk menjadi teladan bagi orang lain dan membuktikan bahwa kita mampu. Salah satu contohnya ialah Agus Arianto Toly, S.E., Ak., M.S.A selaku Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UK Petra. Beliau mampu untuk menerima dan menjalankan tanggung jawab besar yang diberikan demi pengembangan dan peningkatan UK Petra. Selain menjalankan tugas sebagai wakil rektor, beliau juga merupakan salah satu Dosen Program Studi Akuntansi.

            Administrasi, operasional, sistem, dan pengembangan merupakan empat proses dalam konteks kepengurusan beliau. Seperti pada urusan data mendata dalam konteks kepegawaian, bentuk dan perwujudan operasional keuangan maupun sumber daya manusia, sistem yang perlu ditingkatkan, serta proses pengembangan yang strategis. “Ingin fokus dan masih mencari apa yang kurang, kemudian diputuskan ingin kearah yang mana.” ucap pria kelahiran Manado ini. Agus menambahkan, “Ada hal yang belum tersistem dengan baik sehingga perlu diperbaiki.”

                 Menjadi wakil rektor termuda merupakan suatu tantangan tersendiri bagi pria yang memperoleh gelar Master of Science in Accountancy di De La Salle University, Manila. “Tantangan untuk dapat menempatkan diri, untuk menyampaikan kebijakan, serta mampu untuk melakukan manajemen diri.” tutup beliau.

Ir. Frederik Jones Syaranamual, M.Eng

               Mengacu pada Kolose 3:23 “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” membuat pria bernama lengkap Frederik Jones Syaranamual ini telah mengabdi di UK Petra selama lebih dari tiga puluh tahun. Siapa sangka, pria yang akrab disapa Jones ini telah menjadi wakil rektor di UK Petra hingga enam periode. Disela-sela kegiatannya, beliau juga menjadi Dosen Program Studi Teknik Sipil UK Petra.

               Ditemui Tim Genta saat wawancara pekan lalu, beliau mengakui bahwa persoalan terbesar yang muncul terkhusus pada bidang kemahasiswaan salah satunya ialah krisis kepemimpinan. “Sebagai contoh, sudah berapa tahun belakangan pencalonan ketua BEM hanyalah tunggal. Begitu pula dengan pencalonan ketua P3KMABA.” tutur beliau. Beliau menambahkan bahwa kondisi mahasiswa baik pada latar belakang ekonomi maupun potensi akademik mahasiswa UK Petra sudah cukup baik. Tapi apa penyebabnya?

       Menanggapi akan permasalahan tersebut, salah salah solusi yang ditawarkan ialah Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar dan Menengah, atau biasa disebut LKMM-TD dan LKMM-TM. Program ini telah dijalankan sejak beberapa tahun lalu. Akan tetapi mulai 2014 nanti program ini direncanakan akan diwajibkan bagi setiap mahasiswa UK Petra. “Perlu meningkatkan output kualitas dan kuantitas suatu kegiatan. Dari segi kuantitas memang sudah cukup banyak.” ujar pria kelahiran 7 April 1950 ini. “Setiap kegiatan harus mempunyai kualitas yang lebih dari kegiatan yang sebelumnya. Evaluasi yang selalu dilakukan pada akhir kegiatan diharapkan untuk lebih diperhatikan, sehingga kesalahan atau kekurangan tidak terjadi lagi.” ujar beliau. Transformasi informasi diharapkan untuk terus berjalan dari satu periode ke periode berikutnya sehingga tidak terjadi miss-komunikasi.